Irfan Hakim

Irfan Hakim Buka Suara Soal Tuduhan Membela Denada

Irfan Hakim Buka Suara Tentang Tudingan Bahwa Dirinya Membela Denada Terkait Kasus Personal Yang Saat Ini Tengah Ramai Di Perbincangkan Netizen. Tuduhan ini memunculkan kritik bahkan hujatan di media sosial, sehingga Irfan merasa perlu memberikan klarifikasi secara langsung kepada publik.

Persoalan bermula dari viralnya momen di acara televisi di mana Denada terlihat menangis. Kemudian di rangkul dan di dekati oleh Irfan Hakim serta sejumlah rekan selebriti lainnya. Video tersebut tersebar luas di media sosial, dan banyak warganet yang mengartikan bahwa Irfan seolah “melindungi”. Atau “membela” Denada di tengah konfliknya dengan Ressa Rizky Rossano, sosok yang beberapa waktu lalu mengaku sebagai anak kandung Denada. Dan mengajukan gugatan hukum terkait dugaan penelantaran anak dengan nilai tuntutan mencapai Rp7 miliar.

Irfan Hakim Buka Suara Soal Tuduhan

Merespons hujatan dan tuduhan tersebut, Irfan Hakim membuat video klarifikasi yang di unggah di akun Instagram resminya pada Jumat, 30 Januari 2026. Dalam video itu, ia menegaskan bahwa dirinya tidak membela Denada maupun berpihak kepada salah satu pihak dalam konflik antara Denada dan Ressa Rizky. Irfan menolak narasi bahwa di rinya berada pada posisi memihak, dan menegaskan bahwa posisinya hanyalah sebagai pembawa acara yang netral.

Dalam klarifikasinya, Irfan berkata bahwa di rinya adalah seorang anak sekaligus seorang ayah, sehingga ia memahami kompleksitas persoalan hubungan keluarga dan tidak ingin mengambil sikap yang memihak secara prematur. Ia menegaskan bahwa apa yang ia lakukan kepada Denada ketika menangis di acara itu bukan bentuk pembelaan terhadap kasus hukum, tetapi semata respons emosional terhadap seseorang yang sedang sedih.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa video wawancara yang memperlihatkan dirinya berbicara dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di lakukan sebelum munculnya pengakuan panjang lebar Ressa di podcast lain. Sehingga konteksnya tidak berkaitan langsung dengan tuduhan tersebut. Menurutnya, justru karena ia mendapatkan informasi dari dua sisi yang berbeda. Termasuk cerita yang ia dengar dari Denada dan rekannya — ia memilih untuk tidak memihak kepada siapapun.

Pernyataan Netral dan Hak untuk Bersuara

Irfan menegaskan bahwa baik Denada maupun Ressa memiliki hak masing-masing untuk bersuara. Menurutnya, tidak ada pihak luar yang benar-benar mengetahui secara penuh apa yang terjadi dalam di namika keluarga tersebut. Sehingga sebagai publik figur ia berusaha untuk bersikap objektif dan tidak ikut memihak sebelum fakta yang jelas terungkap.

Ia juga menunjukkan bahwa tuduhan dan framing negatif yang terbentuk di media sosial sering kali terjadi. Karena sebagian besar orang hanya mendengar atau melihat dari satu sisi saja — tanpa menyelami konteks secara utuh. Karena itu, ia meminta kepada publik untuk lebih bijak dalam menilai sebuah fenomena yang sensitif seperti problem internal keluarga selebriti.

Dampak Hujatan dan Permintaan Maaf

Dalam klarifikasinya, Irfan juga menyentuh dampak yang ia dan keluarganya alami akibat hujatan dan tuduhan netizen. Ia menyebut bahwa tidak hanya di rinya, tetapi juga istri dan anak-anaknya ikut menjadi sasaran komentar kasar. Meski ia mencoba menerima segala respons dengan lapang dada, Irfan merasa perlu meluruskan agar tidak ada fitnah yang terus berkembang.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan permintaan maaf jika tindakannya di anggap mengecewakan sebagian pihak. Ia menekankan bahwa di rinya tidak berniat ikut campur dan selalu menghormati proses hukum serta hak setiap individu untuk menyampaikan pendapat.

Irfan Hakin Berpesan untuk Publik dan Harapan Ke Depan

Di akhir klarifikasinya, Irfan berharap agar masalah yang sedang di bicarakan publik ini tidak di manfaatkan untuk kepentingan pribadi atau di jadikan bahan bakar konflik di ruang publik. Ia mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memberikan penilaian. Khususnya terhadap persoalan yang masih dalam proses hukum dan penuh nuansa pribadi.